Home / BREAKING NEWS

Kamis, 25 Februari 2021 - 15:46 WIB

PFI Makassar Sesalkan Pengusiran Pewarta Foto Saat Gladi Pelantikan

  Dibaca Sebanyak : 265 Orang

MAKASSAR-MAKASSARPENA.ONLINE. Sejumlah jurnalis dan pewarta foto yang bermaksud meliput gladi pelantikan calon kepala daerah dan wakil terpilih di Baruga Patingalloang rumah dinas Gubernur Sulawesi Selatan diusir petugas, yang berjaga di depan gerbang. Alasannya, kegiatan tersebut tertutup, tidak untuk diliput.

“Silahkan di luar pak, ini sudah kita atur. Silahkan hubungi nanti protokol,” kata seorang pria berbaju merah, celana coklat sembari menunjuk ke luar pagar, Kamis, 25 Februari 2021.

Awak media tidak hanya tidak boleh meliput gladi, tapi mereka juga tidak diperbolehkan masuk dalam kawasan rumah dinas Gubernur Sulsel. Kecuali beberapa orang tamu lainnya, yang boleh masuk setelah diperiksa.

Kami dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Makassar meminta kepada pihak humas atau panitia terkait untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. “Tidak elok teman jurnalis terlebih pewarta foto yang sudah menunjukkan indentitas dan kelengkapan liputannya diusir dengan cara demikian,” kata Ketua PFI Makassar, Iqbal Lubis

Alangkah baiknya, pihak humas, atau protokol yang disebut oleh bapak yang berjaga di gerbang atau pun panitia kegiatan pelantikan, bisa mengatur sejak awal alias berkoordinasi satu dengan yang lainnya, agar tidak terjadi pengusiran terhadap jurnalis yang ingin meliput.

Iqbal menambahkan, dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, tertulis aturan tentang pers, termasuk ketentuan umum, asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranan pers.

“Dalam ketentuan pidana pasal 18 jelas dikatakan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana kurungan penjara selama dua tahun atau denda paling banyak Rp.500 juta,” tutup Iqbal.

Tawakkal, salah seorang pewarta foto yang berada di lokasi itu dan mengalami sendiri pengusiran itu mengaku, petugas tidak memperkenankan orang masuk demi menghindari kerumunan.

“Katanya perintah Pak Gub tidak boleh masuk, menghindari kerumunan. Tapi banyak ji orang di dalam dan lalu lalang masuk,” seru Tawakkal (*)

Bagikan Berita Ini :

baca Berita Lainnya:

BREAKING NEWS

Kajari Gelar Jaksa Masuk Sekolah

BREAKING NEWS

Untuk Menjaga Kondusifitas Nasional, SMSI Serukan Perangi Hoax

BREAKING NEWS

Buka Sekolah Lapang, Bupati Minta Kembalikan Kejayaan Pangkep

BREAKING NEWS

Bupati Siap Bekerjasama Dengan Komandan Kodim

BREAKING NEWS

Paripurna DPRD Pinrang, Bahas Perubahan RPJMD Tahun 2019 – 2024.

BREAKING NEWS

Pererat Hubungan, Dandim Kunker ke Kecamatan Lembang

BREAKING NEWS

Akibat Curah Hujan Tinggi, To’e Kecamatan Tiroang Banjir

BREAKING NEWS

Tiga Perwira Lingkup Kodim 1404/ Pinrang Bergeser