Home / BUDAYA SENI

Rabu, 30 Desember 2020 - 07:42 WIB

Pertemuan Akhir Tahun, LAPAKKSS Kenang Almarhum Andi Yayat Pangerang

  Dibaca Sebanyak : 247 Orang

MAKASSAR-MAKASSARPENA.ONLINE. Lembaga Pengembangan Seni Dan Kebudayaan Sulawesi Selatan (LAPAKKSS), Selasa (29/12/2020) melaksanakan kegiatan Pertemuan Akhir Desember 2020 di Lantai 2 Red Corner Café, Jalan Yusuf Daeng Ngawing Kota Makassar.

Hadir di acara itu, Ketua LAPAKKSS Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM, Nara sumber Prof. Dr. Karta Jayadi (Pembantu Rektor II Universitas Negeri Makassar), serta pengurus dan anggota LAPAKKSS

Kegiatan ini mengambil tema “Membaca Perubahan Sosial ” dan tetap mengedepankan prorokoler kesehatan pandemi Covid-19. Selain di red corner, LAPAKKSS mengajak seniman dan budayawan lewat daring secara virtual di aplikasi zoom, dengan pembatasan tempat, hanya 30 orang.

Pelaksana kegiatan terdiri dari Luna Vidya (Koordinator Umum), koordinator pertunjukan kesenian/budaya Bahar Merdhu, koordinator pidato kebudayaan Rachim Kallo, bendahara Dewi Ritayana, desain Agus Linting dan tata panggung Sukma Sillanan.

Serimonial berlangsung pada pukul, 13.40 Wita dimulai Sinrilik oleh Haeruddin Ahar bersama master of ceremony (MC) Dr. Nojeng, pembacaan doa seorang penyair, Amir Jaya. Di lanjutkan sambutan Ketua Umum LAPAKKSS, Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM, menyampaikan berkisar pencapaian pengurus sejak akhir bulan Maret 2020 hingga sekarang terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. Seperti Seri ngobrol (SN) secara virtual dari seri 1 sampai 5, hingga dialog di TVRI Sulawesi Selatan di Apresiasi Seni.

Diantara beberapa point yang disampaikan anggota DPD RI, Ajiep Padindang, yang juga dirangkaikan pemberian piagam penghargaan almarhum Andi yayat Pangerang, sebagai penggiat dan penggerak Seni dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Satu diantanya, ada satu catatan kecil bersama Almarhum Andi Yayat Pangerang yang tidak terlupakan.

“Bersama almarhum dan teman-teman memperkenalkan Teater Jalanan Kota Makassar (Pementasan dengan judul Tikus-Tikus Jalanan), atas perjuangan mengembalikan nama Makassar dari Ujungpandang. Dengan titik star di depan rumah jabatan walikota (Jalan penghibur) dan berakhir di depan Poltabes (Jl. Ahmad Yani),” kenang Ajiep.

Sementara Yudhistira Sukatanya saat didaulat untuk menyampaikan testimoni, Almarhum Yayat Pangerang, beberapa saat terdiam mengenang sosok sahabatnya. Salah satunya yang dikutip “Ia, telah mengalir begitu saja, sampai menemukan muaranya sendiri” sebagaimana prinsip hidupnya (testimoni tersebut akan dimuat secara terpisah).

Pidato kebudayaan oleh Prof. Dr. Karta Jayadi yang dia istilahkan sebagai orasi kebudayaan. Mengapresiasi kegiatan LAPAKKSS sebagai suatu lembaga yang memikirkan kesenian dan kebudayaan di Sulawesi selatan. (orasi kebudayaan akan dimuat secara terpisah).

Di segmen lain, selain penyerahan piagam pun pembacaan puisi oleh Aliem Prasastie, Judul Kepada Anis Kaba, dan Moch. Hasymi Ibrahim, Judul Percakapan Dengan Semesta Bagian ke dua. Diisi juga musisi Patta dan kawan-kawan serta puncak acara Kolaborasi Musik (Ciptoning, Basri B. Sila, Ancu Batara), tari Dr. Nurlina Syahrir, Teater Goenawan Monoharto, dan Syahrir Rani penyair Makassar, di kemas dengan apik oleh sutradara Bahar Merdhu. (rk)

Bagikan Berita Ini :