Home / HUKUM DAN KRIMINAL

Selasa, 1 September 2020 - 23:25 WIB

Tangani Kasus Kejahatan Kartu Kredit, Polres Soppeng Minta Dukungan Masyarakat

  Dibaca Sebanyak : 253 Orang

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri

 

SOPPENG, MAKASSAR PENA — Penangkapan dilakukan Polres Soppeng terhadap pelaku dugaan pembobolan dan pencurian Kartu Kredit milik Warga Negara Asing (WNA) akhir-akhir ini mencengangkan banyak pihak.

Pasalnya, disamping kejahatan yang berskala besar dan diduga melibatkan sindikat Internasional. Pelaku kejahatan dugaan pembobolan dan pencurian Kartu Kredit ini melibatkan anak anak muda yang berusia belia bahkan di antaranya ada yang masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri, dikonfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa 1/9/2020 terkait perkembangan kasus ini membeberkan kemampuan para pelaku menguras dana dari kartu kredit sekira $ 2.500 atau setara dengan Rp 35 juta per kartu kredit dalam sepekan.

“Bayangkan, dalam sebulan mereka mampu menguras dana dari seratusan kartu kredit dengan nilai kurang lebih Rp 3,5 milyar”

“Yang sangat memprihatinkan, dari ke 20 tersangka yang kami tangkap ini rata rata masih berusia belia bahkan 2 di antaranya masih di bawah umur,” ujarnya.

Selain terkait pelanggaran hukum, kata Amri, kasus ini juga mempunyai dampak sosial yang sangat besar terutama merusak mental generasi muda di daerah ini.

Karena itu, pihaknya berkomitmen menangani kasus ini hingga tuntas dan mengharapkan keterlibatan masyarakat memerangi tindakan pencurian kartu kredit ini dan kejahatan semacamnya.

“Ada kecenderungan, pembobolan kartu kredit, dilakukan para pemuda ini menjadi sebuah kebanggaan dari pada sebuah kejahatan. Terbukti hasil kejahatan mereka lebih banyak dipakai berfoya-foya dan pamer gaya hidup mewah. Persepsi ini sangat merusak mental generasi muda kita ke depan.”

“Dalam upaya pemberantasan kejahatan semacam ini, Polisi tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri, apalagi dengan keterlibatan pelaku yang cukup banyak dan berasal dari latar belakang sosial yang berbeda. Terindikasi, jumlah anak-anak muda yang terlibat dengan kejahatan seperti ini jauh lebih besar dari yang kita duga,” paparnya.

Amri berharap, penanganan kasus ini mesti melibatkan berbagai elemen masyarakat, baik dari Anggota DPRD, Instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk peran para jurnalis.

“Keterlibatan semua elemen masyarakat dalam pemberantasan kasus kejahatan kartu kredit ini sangat diperlukan mengingat persoalan seperti ini harus ditangani secara komprehensif baik dari sisi hukum maupun dampak sosialnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Amri berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini secara transparan kepada media untuk dipublikasikan secara luas kepada masyarakat.

“Kasus ini harus dijadikan pelajaran dan bernilai edukasi baik kepada orangtua untuk lebih memberi perhatian dan pengawasan terhadap anak anaknya agar terhindar dari perbuatan negatif maupun kepada orang lain untuk tidak melakukan perbuatan serupa,”pungkasnya.

Diketahui, dari penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian beberapa waktu lalu. Selaian menetapkan 20 tersangka, Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya; komputer, Laptop, handphone, hingga puluhan kartu ATM dan rekening bank. (man27)

Bagikan Berita Ini :

baca Berita Lainnya:

HUKUM DAN KRIMINAL

Curi Perhiasan Untuk Mudik di Kampung

HUKUM DAN KRIMINAL

Pemuda Terekam CCTV Curi Puluhan Sajam

HUKUM DAN KRIMINAL

Modus Tukang Cat, Pelaku Curi Uang dan Perhiasan Pemilik Rumah

HUKUM DAN KRIMINAL

Tujuh Jam Setelah Bobol ATM, Polres Soppeng Berhasil Tangkap Pelaku

HUKUM DAN KRIMINAL

Tim Gabungan Tiga Pilar Sasar Pasar Kariango

HUKUM DAN KRIMINAL

Polisi Pastikan, Barang Mencurigakan di Halaman Kantor Bupati Bukan Bom

BREAKING NEWS

Mengungkap Kegiatan Illegal Access Atau Illegal Transmission (Hacker/Carding)

HUKUM DAN KRIMINAL

Dua Remaja DPO Curat Ditangkap